JustForex

Strategi Moving Average Bikin Trading Semakin Pede

Strategi Moving Average Bikin Trading Makin Pede

Strategi Moving average (MA) merupakan gaya trading forex menggunakan alat bantu yang berfungsi buat "memprediksi" arah harga. MA mengkalkulasi kumpulan rata-rata dari penutupan harga mata uang forex pada periode tertentu. Cara pakai indikator ini cukup gampang.

  • Pergi ke Insert – Indikator – Tren – Moving Average.

Sehabis itu, Kamu bisa ketik angka 50 di kotak “period”. Yang mana angka tersebut menangkap pembentukan harga rata-rata 50 candlestick terakhir. Semakin besar angka yang di input, maka MA tersebut akan jauh dari noise. 

Namun lambat dalam pembentukannya. Tipe periode tersebut cocok bagi seorang swing-trader. Seorang trader yang menggunakan time-frame 1 – 4 Jam cocok di periode 50.
Perlu anda ketahui, Moving average terbagi menjadi 2 tipe yakni: 
  1. Simple Moving Average dan;
  2. Exponential Moving Average

Simple Moving Average

Simple Moving Average merupakan jenis MA yang umum digunakan oleh para trader forex. Cara kalkulasi SMA juga cukup simple. Ketika kalian input angka 50 di “period”. Maka alat bantu tersebut akan menghasilkan lima puluh rata-rata harga candlestick terakhir pada periode yang kalian pilih. 

Sangat diperlukan dalam menguasai alat bantu ini agar sanggup mengatur dan memodifikasi periode yang diinginkan. Hal tersebut bermanfaat sebagai penyusunan strategi trading di kondisi market yang dinamis. Wajib dipahami bahwa pergerakan semua indikator sifatnya tidak real-time. 

Di dahulukan oleh terciptanya sebuah harga, lalu diiringi oleh pembentukan garis SMA. Alat bantu trading apapun tidak bisa membaca pergerakan masa depan. Semisal, Saya ingin trading menggunakan tiga SMA yaitu 50 – 100 – 150. Maka, akan tampak seperti ini di chart Metatrader:
strategi moving average binomo
Kalau diterjemahkan, SMA 50 memiliki kepekaan aktif karena mengambil 50 candlestick terakhir. Namun, mempunyai keakuratan yang rendah. Selanjutnya, terdapat SMA 100, dapat disimpulkan jika harga berada di area tersebut, maka pergerakan harga sedang sideways. Terakhir, SMA 150 sebagai titik krusial dimana harga akan reversal atau penerusan.

Strategi Exponential Moving Average

Strategi Exponential Moving Average adalah sebuah perencanaan transaksi menggunakan alat bantu trading. Dalam hal ini, Seorang pedagang hanya membuka posisi ketika indicator tersebut memberikan signal dengan peluang besar akan profit. Namun, alangkah baiknya tools ini digabungkan dengan strategi price action yang sudah saya ajarkan di waktu lalu. Agar konfirmasi nya lebih kuat dan makin percaya diri saat jual beli mata uang. 

Strategi Exponential Moving Average merupakan refleksi dari harga rata-rata dalam bentuk garis. Tentu saja setelah harga terbentuk, indicator MA akan tercipta. Artinya, Delay tetap terjadi alias tidak Real-Time. Jangan sampai salah kaprah mengenai alat bantu. Semuanya tidak Real-time.

Pada artikel ini, saya akan menjelaskan bagaimana Strategi Exponential Moving Average menggunakan EMA 50 sebagai acuan trading. Mari kita terapkan terlebih dahulu di chart masing-masing. 
  1. Pergi ke “Indikator” 
  2. Temukan “Exponential Moving Average” setelah itu klik “OK” untuk menampilkan. 
  3. Set panjang nya ke ukuran “50”
Poin penting mengenai cara ini adalah Jangan pernah mengunakan indikator tanpa pertimbangan matang. Anda harus memperhitungkan faktor-faktor lain nya. Apalagi bertujuan untuk membuka posisi, Tujuan alat bantu ini hanya sebagai sarana menentukan support dan resisten. Lalu di kombinasikan dengan candlestick pattern pada kondisi saat itu untuk membuka order buy atau sell. 

Penggunaan Strategi Exponential Moving Average terbagi menjadi 2 yaitu:
  1. Breakout / Reversal Trading 
  2. Continuation Trading atau biasa disebut trading ketika koreksi sementara.

Apa Alasan Saya Memakai Strategi Exponential Moving Average? Khususnya EMA 50?

  1. MA bisa membantu trader menentukan trend yang sedang terjadi. Entah itu Bullish, Bearish bahkan Sideways. Saat Garis indikator EMA 50 sedang berada diatas harga/candlestick, Maka kita bisa memastikan bahwa harga sedang mengalami downtrend.
strategi moving average terbaik

Begitu juga sebaliknya, Saat garis EMA 50 sedang berada di bawah candlestick. Anda bisa menyimpulkan trend sedang naik.

strategi moving average forex

Setelah itu, kita wajib paham bahwa indikator Exponential Moving Average akan berada di tengah-tengah candlestick, disimpulkan sebagai sideways atau istilah lainnya konsolidasi. Berikut lebih jelasnya ada di gambar bawah.

strategi moving average untuk trading harian

Alasan kedua ialah sebagai alat bantu breakout harga. Ketika indikator Exponential Moving Average berada dibawah, beberapa periode kemudian harga bergerak naik lalu menembus EMA 50. Pergerakan harga keatas itulah sebagai konfirmasi pembalikan trend.

Moving Average Exponential

Inilah sebuah manfaat dari EMA 50, Sanggup dijadikan patokan kapan candlestick mem-breakout resisten. Dibuktikan bersamaan dengan bergantinya garis indikator dari atas berganti ke bawah. Nah, tugas kedua anda jika ingin membuka posisi, cukup lihat candlestick pattern apa yang sudah tercipta. Pada gambar tersebut, Candle yang terjadi ialah bullish engulfing, yang mana merupakan sebuah sinyal kuat harga akan berbalik ke uptrend. Saya pribadi akan order buy saat pattern itu tercipta. Lanjut ke gambar berikutnya:
moving average crossover

Kondisi diatas ialah ketika candlestick mem-breakout EMA 50. Terjadilah pergantian uptrend menuju downtrend. Ketika candlestick bersilangan, disitulah peluang besar tercipta, kombinasikan bersama bearish evening star pattern untuk transaksi sell. Pasti sudah mulai paham bukan? Hehe

Bagaimana strategi Exponential moving average ketika sedang kelanjutan trend naik atau turun?

Tadi saya membahas gimana menentukan trend naik dan turun dengan sarana EMA 50. Beserta penjelasan ketika pergerakan harga breakout support serta resisten menggunakan indikator. Sehabis ini, saya akan memberi petunjuk gimana Analisa strategi Exponential moving average ketika berlanjutnya sebuah trend.
moving average adalah

Strategi Exponential moving average berfungsi sebagai garis bantu kapan pergerakan harga sudah berada di titik jenuh support. Pada situasi diatas. Trend sedang naik, tentu saja di benak seorang trader keputusan yang bagus adalah mengikuti trend. Dengan meletakan transaksi buy. Lalu, dimana peluang tinggi untuk bertransaksi buy? EMA 50 memberi referensi terbaik ketika harga sedang koreksi sesaat, dengan menyentuh garis indikator lalu membalikan harga keatas bersamaan dengan candlestick bullish (kotak merah).

moving average indicator

Begitupula downtrend, Trader bisa merencanakan order sell saat candlestick menyentuh EMA 50 dengan tambahan konfirmasi candlestick memantul kebawah (candle bearish). Pada foto diatas, terdapat tiga kesempatan tinggi akan profit saat koreksi naik berakhir. Gunakan strategi moving average sebagai referensi saja ya! Kombinasikan juga dengan gaya trading kalian masing-masing.

LihatTutupKomentar